welcome

welcome

Rabu, 31 Oktober 2012

dongeng islam

1.Sombong memusnahkan PAHALA Syidad bin Ausi berkata : “Suatu ketika saya melihat Rasulullah SAW sedang menanis, lalu saya pun berkata kepada beliau, Ya Rasulullah, mengapa anda menangis?” “Ya Syidad, aku menangis karena khawatir terhadap umatku akan perbuatan syirik. Ketahuilah bahwa mereka itu tidak menyembah berhala, tetapi mereka berbuat sombong dengan aal perbuatan mereka,” jawab Rasulullah SAW. “Sebanyak tiga ribu malaikat akan naik ke langit ke tujuh membawa amal perbuatan para manusia dari puasanya, sholatnya, amalnya, dan sebagiannya. Para malikat itu mempunyai suara seperti lebah dan memilki sinar bagaikan matahari,” sabda Rasulullah lagi. Malaikat yang disertai tugas kelangit berkata kepada para malaikat penjaga : “Berdirilah kamu semua dan pukulkanlah amal perbuatan ini ke muka pemiliknya dan tutuplah hatinya. Sungguh, saya akan meghalangi sampainya kepada Tuhan, setiap amal perbuatan yang tidak dikehendaki untuk Tuhan selain daripada Allah(melakukan suatu amal bukan karena Allah).” “Bersikap sombong di kalangan ahli fiqh adlah karena manginginkan ketinggian agar mereka mendapat pujian. Di kalangan para ulama pula untuk menjadi terkenal di kota dan di kalangan umum. Allah SWT, telah memerintahan agar saya tidak membiarkan amalnya melewati saya akan sampaikan kepada saya.” Malaikat penjaga membawa amal orang - orang soleh dan kemudian dibawa oleh malaikat ke langit sehingga terbuka semua penghalang dan sampai kepada Allah SWT. Mereka berhenti di haribaan Allah dan memberikan kesaksian terhadap amal orang tersebut yang betul – betul soleh dan ikhlas karena Allah SWT. Kemudian Allah SWT berfirman yang maksudnya : “Kamu semua adalah para malaikat Hafadzah (malaikat penjaga)pada amal - amal perbuatan hamba-Ku, sedang Aku-lah yang mengawasi dan menegtahui hatinya, bahwa sesungguhnya dia menghendaki amal ini bukan untuk-Ku, laknat para malaikat dan laknat sesuatu di langit.” 2. Syetan menggoda KETEGUHAN IMAN SYEH ABDUL QADIR JAILANI adalah seorang alim ulama dan ahli sufi yang cukup dikenal keutamaan dan kemuliaan ilmunya dikalangan umat islam. Karena sikapnya yang warak atau dekat dengan Allah SWT, banyak pengikutnya yang berlebih – lebihan dalam memeuliakannya. Diceritakan suatu hari Syeh Abdul Qadir Jailani pergi meranatau seorang dir. Dalam perjalanannya mengharungi padang pasir yang panas terik itu merasa kehausan. Tiba –tiba ia melihat sebuah bejana dari perak yang melayang di udara dan diselimuti awan diatasnya lalu perlahan – lahan di hadapan Syeh Abdul Qadir Jailani. Tiba – tiba terdengar suara ghaib di angkasa : “Hai Abdul Qadir, minumlah isi bejana ini. Hal ini kami telah menghalalkan kamu makan dan minum semua yang selama ini aku haramkan. Dan telah kugugurkan semua kewajiban bagimu..” Sebagai orang yang arif, Abdul Qadir cukup tahu bahwa suara ghaib yang menyerupai wahyu itu Cuma syetan yang menggoda keteguhan imannya. “Hai mal’un pergilah engkau dari sini. Sesunguhnya aku tiada lebih muliadibandingkan dengan Nabi Muhammad SAW di sisi Allah Ta’ala. Kepada Rasulullah saja tidak mungkin berlaku ketentuan semacam itu. Barang yang diharamkan Allahselamanya tetap haram, dan kewajiban hamba kepadanya tidak pernah diugurkan termasuk pada diriku.” Ujar Syeh Abdul Qadir Jailani dengan marah dan tegas. 3. Canda Rasulullah
Rasulullah SAW bergaul dengan semua orang. Beliau bersahabat dengan seorang hamba, orang cacad, orang tua, dan anak - anak. Rasulullah bersenda gurau dan bermain – main dengan mereka. Akan tetapi beliau tidak berkata kecuali yang benar saja. Suatu hari seorang perempuan dating kepada beliau lalu berkata, “Ya Rasulullah! Naikkan saya ke atas unta,” katanya. “Aku akan naikkan engkau ke atas anak unta,” jawab Rasulullah SAW. “Ia tidak mampu,” kata perempuan itu. “Tidak, aku akan naikkan engkau ke atas anak unta,” “Ia tidak mampu.” “Bukankah unta itu juga anak unta?”, kata para sahabat yang berada di situ. Datang seorang perempuan lain, dia memberitahu Rasulullah SAW. “Ya Rasulullah, suamiku jatuh sakit. Dia memohon kehadiran Anda, ya Rasulullah..” “Semoga suamimuyang dalam matanya putih,” jawab Rasulullah SAW. Perempuan itu kembali ke rumahnya. Dan dia lalu segera membuka mata suaminya. “Kenapa kamu ini?”, tanya suaminya dengan heran melihat tingkah istrinya. “Rasulullah memberitahu bahwa dalam matamu putih,” jawab istrinya menerangkan. “Bukankah semua mata ada warna putihnya?” kata suaminya lagi. Seorang perempuan lain berkata kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah , doakanlah kepada Allah agar aku dimasukkan ke dalam syurga.” “Wahai ummi fulan, syurga tidak dimasuki oleh orang tua..” jawab Rasulullah. Mendengar jawaban Rasulullah, perempuan itu langsung menangis. “Tidakkah kamu membaca firman Allah berikut ini?” Rasulullah menjelaskan. “Serta kami telah menjadikan istri – istri mereka dengan ciptaan istimewa, serta kami jadikan mereka senantiasa perawan(yang tidak pernah disentuh), yang tetap mencintai jodohnya, serta yang sebaya umurnya”. Para sahabat Rasulullah SAW suka tertawa tapi iman di dalam hati mereka bagi gunung yang teguh. Na’im adalah seorang sahabat yang paling suka bergurau dan tertawa. Mendengar kata - kata dan melihat tingkahnya, Rasulullah turut tersenyum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar